TRADISI SISTEM KEBUT SEMALAM : BUDAYA INDONESIA YANG DILESTARIKAN
Sistem Kebut Semalam atau biasa disebut SKS merupakan salah satu metode belajar yang akhir-akhir ini sudah membudaya di Indonesia. Mungkin memang benar pendapat mereka, bahwa metode SKS terutama ketika hendak ujian itu menjadikan mereka ingat saat mengerjakan soal ujian. Namun, itu hanya bersifat sementara. Karena di sini yang mereka cari bukanlah kemanfaatan dari ilmu tersebut, tapi nilai yang diutamakan mereka.
Pelajaran sebenarnya mempunyai banyak manfaat apabila peserta didik mau mencarinya. Dalam proses memperoleh kemanfaatan tersebut, seharusnya peserta didik tidak menggunakan metode SKS ini, melainkan dengan mencicilnya. Namun pada kenyataannya, mereka cenderung malas untuk belajar secara bertahap atau berangsur-angsur. Padahal, belajar secara bengangsur-angsur itu memudahkan mereka mengingat materi pelajaran. Dalam hal ini, metode SKS hanya akan membuat pikiran menjadi pusing, karena harus menghafalkan semua materi sekaligus. Akhir-akhir ini yang banyak terjadi adalah ketika mengisi waktu luangnya, peserta didik cederung lebih suka online dibandingkan dengan belajar ataupun membaca.
Budaya sistem kebut semalam sering terjadi dengan alasan belajar itu membosankan, capek, melelahkan, dan alasan-alasan lainnya yang membuat mereka dengan santainya meremehkan tugas ataupun pelajarannya. Kasus seperti ini apabila tidak ditindak lanjuti akan merusak generasi penerus Bangsa. Metode ini hanya akan membuat peserta didik semakin malas belajar. Sedangkan Bangsa ini membutuhkan orang-orang yang rajin, tekun, dan tidak bermalas-malasan. Jikalau untuk belajar saja mereka malas, bagaimana mengatur Bangsa ini?
Rutinitas belajar peserta didik sangat dipengaruhi kegiatan sehari-hari dan lingkungannya. Apabila mereka sering berkumpul di lingkungan yang benar-benar sangat mementingkan kegiatan belajar, mereka juga akan terbiasa belajar sedikit demi sedikit. Namun pada kenyataannya, sifat manusia yang sangat menonjol adalah keinginannya untuk memuaskan diri, memenuhi kebutuhan diri, menyenangkan diri, atau dengan kata lain keinginan untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan.
Melihat kasus metode SKS ini sudah membudaya, untuk menanggulanginya adalah dengan mereka berusaha semaksimal mungkin untuk mencicilnya meskipun terpaksa. Agar menjadi kebiasaan yang baik, biasanya memang dimulai dengan keterpaksaan terlebih dahulu. Jika dijalani, maka akan menjadi sebuah kebiasaan yang akan merubah metode belajar siswa.
Cara mencicil ini sangatlah baik untuk merubah kebiasaan belajar peserta didik. Meskipun sedikit, seperti pepatah yang mengatakan “sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit”. Pepatah itu benar. Belajar sedikit itu lebih baik daripada tidak belajar sama sekali. Selain itu, ilmu pengetahuan yang mereka peroleh akan selalu mereka ingat dan bermanfaat apabila ilmu tersebut diamalkan. Karena, sedikitnya ilmu akan bermanfaat apabila diamalkan daripada banyaknya ilmu tetapi hanya dipendam. Jadi, agar belajar siswa menjadi efektif, siswa harus menggantikan metode SKS dengan metode mencicil dan mengamalkan ilmu pengetahuan yang diperoleh. Selain ilmu tersebut bermanfaat, ilmu itupun akan selalu siswa ingat.


wah bener banget nih masih banyak orang yang suka metode sks termasuk saya hehe, mau nanya gimana ya cara agar kita bisa mengurangi penggunaan metote sks ini karena saya sudah mencoba untuk tidak melakukannya lagi tapi terkadang masih gagal
BalasHapushalo kak, terimakasih sudah mampir diblog saya, cara agar bisa mengurangi penggunaan metode sks, menurut saya dengan cara dicicil dan jangan lupa disertai niat yang kuat hehe...
Hapuswahh bagus sekali artikelnya, btw mau nanya nih min, metode ini pertama kali digunakan oleh siapa sih, sejarahnya gmna ya kok bisa ada metode ini
BalasHapushalo kak, terimakasih sudah mampir diblog saya, wah menarik nih.... saya tampung dulu, mungkin next time saya bahas....
HapusWOW... Sunggu informasi yang sangat berfaedah. Ini sangat relatable sekali dengan keseharian saya yang suka mepet waktu dalam mengerjakan tugas. Saya yakin pasti admin menulis artikel diblog ini berdasarkan pengalaman sendir. Hehehe... Tapi yang saya heran... Dari pengalaman saya setiap melakukan SKS ini untuk mengerjakan tugas, ingatan saya malah semakin baik. Saya bahkan menjadi lebih paham dan lebih bisa mengingat materi yang diomongkan. Nah, apakah admin bisa menjelaskan mengenai kasus ini?...
BalasHapushaloo kak, terimakasih sudah mampir diblog saya, wahh terimakasih atas membagi pengalamannya, menurut saya mungkin itu karena kepepet dengan deadline kak, ada yang mengatakan "ketika kepepet semua insfirasi akan datang" kalimat The Power Of Kepepet hehehe, kalau penjelasaanya ndak cukup dibahas dikomentar, mungkin dinext konten bisa dibahas....
HapusWih kayak aku nih kadang juga suka SKS eh tapi apa efektif ya jika mau ujian dan menggunakan sistem kebut semalam ?
BalasHapushalo kak, terimakasih sudah mampir diblog saya, wahh kalau itu bisa dibilang efektif bisa juga tidak efektif, tapi saya sarankan untuk dicicil aja kak karena lebih efektif, semoga bermanfaat kak....
HapusHai kak! bener banget dan saya rasa hampir semua orang pasti pernah melakukan sistem kebut semalam. Tugas kalau dicicil tuh kek gabisa selesai-selesai gituloh. Tapi ketika SKS h-3 jam otak berasa encer banget menemukan jawaban dari tugas tersebut. Next time ku usahakan tidak SKS. Gilak sih tulisan Kak Akbar ini menyadarkanku. Terima kasih kak
BalasHapushalo kak, terimakasih sudah mampir diblog saya, wahh benar itu kak kadang niat mau menyicicil tapi belum dapat pencerahan hehe, semangat kak...
Hapuswah boleh banget ini informasinya tentang sistem kebut semalam! tapi keknya buat aku yang panikan sistem kebut semalam sering aku hindari deh mas, soalnya otak bukannya makin encer malah makin 0 karena tiap orang kan beda beda ya hihi:") semaangat terus updatenya mas akbar!
BalasHapushalo kak, wah betul itu kak, kalau bagi yang panikan alangkah baiknya untuk hindari sks bisa dengan cara dicicil, supaya lebih tenang, terimakasih ya kak sudah mampir diblog saya....
Hapuswahh terimakasih sarannya bakal mencoba berhenti pake metode sistem kebut semalam waktu ada ujian
BalasHapushalo kak, terimakasih sudah mampir diblog saya, semangatt kak... jangan lupa mampir lagi diblog saya karena ada next konten tentang sistem kebut semalam...
HapusSebenarnya saya tidak menyukai SKS ini, tapi saya juga bukan mahasiswa yang rajin dan tepat waktu dalam mengerjakan tugas/belajar. Ya mau tidak mau, suka tidak suka saya melaksanakan sistem ini hahaha. Terima kasih informasinya min, ditunggu postingan selanjutnya...
BalasHapushalo kak, terimakasih telah mampir diblog saya, terkadang kalau udah kepepet mau tidak mau akan melaksanakan sismtem ini wkwk.... ditunggu next kontennya ya...
Hapus